
ketika sedang rehat pikiran dan raga..
Ditulis pada di ketika: 14 april 2009, camp7, Gunung Raung-Road to puncak sejati Raung, Diary Chekong
Kali ini berbeda, meskipun tiap gunung pasti ada hal baru, tetapi perjalanan ini sungguh sangat tak ternilaikan dengan materi, meskipun semua gunung menyajikan hal yang sama tentang hal ini, tetapi disini yang tersajikan memiliki karakter tersendiri..
Kekeluargaan ini,kepercayaan dan doa itu, dan ilmu yang diperoleh. Tetap ingin mengatakan bahwa gunung mengajarkan banyak evaluasi untuk pembenahan kepribadian. Dimana evaluasi itu terlalu lengket ketika diperoleh untuk kemudian ingin dibuang..saya sangt mensyukuri hal ini, apakah dibilang hanya kata-kata lebay ato apa, Anda harus naik gunung untuk tahu hal ini, dan saya yakin Anda akan punya kata sendiri. Mungkin tidak hanya gunung, tapi gunung adalah tempat yang sangat berbeda hikmahnya ketika Anda menapakkan kaki dan melangkah,,dari sini jejak yang tertinggal dalam memori begitu membekas,sehingga banyak untuk bisa dijadikan gambaran penyelesaian langkah dalam permasalahan kehidupan,secara pribadi,saya yakin ini bukan omong kosong…
Saat ini,keluarga ini..
berada diantara dua punggungan areal terbuka, angin ini memberikan ketenangan dan refleksi yang unik, berlipat yang membungkus tubuh, tapi serasa angin itu yang membungkus tubuhku..Sekedar analogi dari inspirasi ketika itu, jangan ‘sombong dan angkuh’, saia mungkin terkadang munafik dengan ‘ini’, tidak berlebihan apabila saia bilang manusia berulang melakukan hal ‘ini’ seperti candu…terlalu menonjolkan apa yang melekat,dimiliki, dan apa yang diperoleh..padahal di luar itu banyak hal luar biasa yang jauh menembus batas dibanding apa yang kita miliki..
Pohon kokoh itu mengisyaratkan kita betapa kuatnya berada disini
bintang yang menemani raga yang bersiap meredup
musik alam yang datang untuk menenangkan
tanah yang memberikan jalan dan pembelajaran
mau diletakkan disebelah mana keangkuhan dan kesombongan?!
Dalam diri senantiasa mencoba belajar,terutama dalam hal membuat pilihan, bukan hanya menelan teori, tapi lewat tindakan nyata sebagai penggerak pembaharuan kepribadian..Mungkin hubungannya dengan menghargai diri sendiri apabila engkau akan dihargai dan menjadi berguna..
bahwa jangan mengesampingkan makna kekeluargaan dan persaudaraan, karena disitu terkandung banyak nilai nilai kehidupan sebagai bekal dalam perjalanan apapun itu..
Sehingga banyak manusia luar biasa, dan kita adalah salah satunya..Terimakasih..sangat bersyukur apa yang diperoleh sekarang…Sangat ingin mengatakan STAPALA JAIA!!!!
Brilian ‘Chekong’ Anata Tirtaklamasi
830/SPA/2008
Dilantik Di Sukamantri,24 Februari 2008
Oleh Cahyana ‘Kadal Orange’ Tri Raharja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar